Semarang, 13 Juli 2026 – Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, secara resmi membuka IRUD Summer Course 2026 melalui upacara pembukaan pada hari Senin, 13 Juli 2026. Mengusung tema “Kejahatan Internasional dan Perjuangan demi Keadilan: Kekuasaan, Norma, dan Masa Depan Hukum Internasional,” program ini menjadi wadah akademik internasional untuk mendiskusikan isu-isu terkini seputar keadilan global, hukum internasional, dan penyelesaian konflik melalui kelas daring (Zoom meeting). Program ini berlangsung selama satu bulan, diawali dengan upacara pembukaan dan sesi kelas intensif pada 13–16 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan penugasan pasca-program dan penyusunan luaran akademik hingga 13 Agustus 2026.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menyambut hangat seluruh peserta dari berbagai universitas dan institusi dalam IRUD Summer Course 2026. Program tahun ini diikuti oleh total 132 peserta, yang terdiri dari 88 peserta domestik dari seluruh penjuru Indonesia dan 44 peserta yang berafiliasi dengan universitas serta institusi luar negeri. Komposisi peserta yang beragam ini mencerminkan jangkauan internasional program yang terus berkembang serta perannya dalam mendorong dialog antarbudaya dan kolaborasi ilmiah.
IRUD Summer Course 2026 dirancang untuk memperkuat pemikiran kritis mengenai hambatan struktural yang dihadapi mekanisme keadilan global, mengkaji bagaimana ketimpangan kekuasaan memengaruhi penegakan norma internasional, menilai secara kritis efektivitas lembaga perdamaian internasional, mengeksplorasi pendekatan inovatif terhadap akuntabilitas dan keadilan pasca-konflik, serta memperkuat dialog akademik internasional dan kolaborasi penelitian. Melalui tujuan-tujuan tersebut, program ini berupaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta sekaligus memperluas diskusi mengenai jejaring akademik global yang berkelanjutan. Selain itu, terdapat penugasan tematik setelah seluruh sesi kelas berakhir, yang diikuti dengan peluang publikasi karya tulis dalam jurnal mahasiswa Departemen Hubungan Internasional dan atau berbagai jurnal di repositori jurnal FISIP UNDIP.

Sepanjang program berlangsung, para peserta akan mengikuti sesi interaktif yang dipandu oleh para akademisi dan praktisi terkemuka, termasuk Prof. Laura J. Shepherd (University of Sydney), Prof. Srinjoy Bose (University of New South Wales), Dr. Nathaniel George (SOAS University of London), Suwita Hani Randhawa, PhD (UWE Bristol), Prof. Madya Dr. Suyatno Ladiqi (Universiti Sultan Zainal Abidin), serta akademisi unggulan dari Departemen Hubungan Internasional Universitas Diponegoro. Bersama-sama, mereka akan membahas isu-isu utama seperti Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan; genosida; agresi; ekosida; serta masa depan akuntabilitas perdamaian internasional.
Secara khusus, program akademik ini akan disusun dalam empat hari kelas tematik, di mana setiap harinya terdiri dari dua sesi. Tema hari pertama adalah “Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan: Kemajuan dan Hambatan dalam Politik Global” serta “Perempuan dalam Pasca-Konflik”, yang berfokus pada peran perempuan dalam politik global. Hari kedua akan membahas topik “Keadilan Global di Persimpangan Jalan: Kekuasaan, Norma, dan Masa Depan Hukum Internasional” serta “Politik Kecaman terhadap Kejahatan Internasional”. Sementara itu, hari ketiga akan mengusung tema “Genosida dan Politik Global: Kekuasaan, Kepentingan, dan Kegagalan Hukum Internasional” serta “Agresi dan Kekuasaan Negara dalam Politik Internasional Kontemporer”, yang membahas pengaruh kekuasaan dan kepentingan politik terhadap politik internasional. Terakhir, sesi hari keempat akan membahas “Ekosida dalam Politik Global Kontemporer” serta “Ekosida, dan Akuntabilitas Internasional”.
Melalui IRUD Summer Course 2026, Universitas Diponegoro menegaskan kembali komitmennya untuk mewujudkan World Class Faculty melalui internasionalisasi dengan menyediakan wadah inklusif bagi pertukaran akademik, mendorong diskusi berbasis bukti mengenai isu-isu global yang mendesak, serta membangun kemitraan jangka panjang antara mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi dari Indonesia maupun berbagai penjuru dunia.
