Dr Nadia Farabi Hadiri Simposium Internasional “Whither the Long Peace?” di Hiroshima University

Dosen Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro sekaligus Koordinator International Undergraduate Program Hubungan Internasional, Dr Nadia Farabi, melaksanakan kunjungan akademik ke Hiroshima University, Jepang, dalam rangka program International Staff Mobility yang didukung oleh Program World Class University Universitas Diponegoro. Kegiatan ini berlangsung pada 25–31 Mei 2026 melalui keikutsertaan dalam Simposium Internasional “Whither the Long Peace?” di Hiroshima University, Higashi-Hiroshima, Jepang.

Simposium ini diselenggarakan oleh Network for Education and Research on Peace and Sustainability (NERPS), Center for Peaceful and Sustainable Futures (CEPEAS) at The IDEC Institute, International Peace and Co-existence Program, serta Peace Research and Reflexive Solutions (PRAXIS) Research Lab of Hiroshima University. Forum ini mempertemukan akademisi dan pakar studi perdamaian dari berbagai negara untuk mendiskusikan relevansi gagasan long peace atau “perdamaian panjang” di tengah meningkatnya konflik bersenjata, ketegangan geopolitik, dan berbagai bentuk kekerasan struktural di tingkat global.

Dalam kegiatan tersebut, Dr Nadia menjadi salah satu pembicara dalam IPC Seminar pada 27 Mei 2026 dengan presentasi berjudul “Peace, Difference, and the Work of Coexistence”. Presentasi ini menyoroti bahwa perdamaian tidak hanya dapat dipahami sebagai ketiadaan perang atau berhentinya kekerasan, tetapi juga sebagai proses sosial, politik, dan institusional yang perlu terus dibangun dan dijaga. Dengan mengambil pengalaman Indonesia sebagai titik refleksi, presentasi tersebut membahas bagaimana masyarakat yang beragam secara agama dan budaya dapat mengelola perbedaan secara damai, sekaligus menunjukkan bagaimana perbedaan juga dapat menjadi sumber eksklusi dalam konteks tertentu.

Selain menjadi pembicara dalam IPC Seminar, Dr Nadia juga berpartisipasi sebagai salah satu pembicara dalam Roundtable: “Whither the Long Peace?” pada 29 Mei 2026. Sesi ini menghadirkan akademisi internasional dari Jepang, Filipina dan Inggris, untuk mendiskusikan masa depan studi perdamaian di tengah situasi global yang semakin tidak menentu. Keikutsertaan ini menjadi kontribusi penting dalam menghadirkan perspektif Indonesia dan Asia Tenggara dalam diskursus perdamaian global.

Kunjungan akademik ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring kerja sama internasional antara Universitas Diponegoro dan Hiroshima University. Salah satu agenda penting yang dijajaki adalah inisiasi kerja sama dengan Department of Integrated Global Studies (IGS), Hiroshima University. IGS merupakan program sarjana internasional empat tahun berbahasa Inggris yang mengintegrasikan kajian seni dan sains, serta menekankan kompetensi komunikasi lintas budaya, perspektif interdisipliner, dan kemampuan bekerja sama dalam merespons isu-isu global.

Dalam kapasitasnya sebagai Koordinator International Undergraduate Program Hubungan Internasional FISIP Undip, Dr Nadia turut membahas peluang kerja sama student exchange bagi mahasiswa S1, khususnya untuk mendukung pembukaan program tersebut pada tahun ajaran 2026. Penjajakan ini diharapkan dapat membuka peluang mobilitas akademik internasional bagi mahasiswa, memperkuat kapasitas lintas budaya, serta mendukung internasionalisasi pembelajaran di lingkungan FISIP Undip.

Selain mengikuti seminar dan diskusi akademik, peserta juga melakukan kunjungan ke Hiroshima Peace Memorial Museum. Kunjungan ini memberikan refleksi penting mengenai ingatan kolektif, trauma perang, dan komitmen terhadap perdamaian yang terus dirawat oleh masyarakat Hiroshima.

Melalui kegiatan ini, Universitas Diponegoro memperkuat komitmennya dalam mendorong internasionalisasi, penguatan reputasi akademik, dan perluasan jejaring riset global. Kegiatan International Staff Mobility ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pengembangan studi Hubungan Internasional, khususnya dalam bidang perdamaian, koeksistensi, dan tata kelola keberagaman, sekaligus mendukung kesiapan FISIP Undip dalam pengembangan program internasional di tingkat sarjana.

You cannot copy content of this page